Rabu, 03 Februari 2016

Kerja Sama Antar Negara

TEMA 3 
(KERJA SAMA ANTAR NEGARA) 
Aspek yang Diamati
Bidang Politik
Bidang Ekonomi
Bidang Sosial-Budaya
Pengertian
Kerjasama yang dilakukan antarnegara untuk mendapatkan dukungan dalam perpolitikan negaranya  
Kerja sama ekonomi antarnegara merupakan kerja sama yang dilakukan dalam rangka memenuhi kebutuhan dengan melibatkan negara lain.
Kerja sama yang dilakukan antarnegara untuk mendapatkan dukungan dalam memajukan kesejahteraan negaranya melalui sosial dan budaya
Tujuan
1). Mempertahankan kemerdekaan, melindungi segenap bangsa Indonesia
dan seluruh tumpah darah Indonesia.
2). Memajukan kesejahteraan umum.
3). Mencerdaskan kehidupan bangsa.
4). Ikut melaksanakan ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan,
perdamaian abadi, dan keadilan sosial.
1). Memperluas daerah pemasaran
2). Mendorong produktivitas produksi dalam negeri
3). Mencukupi kebutuhan dalam negeri
4). Mempercepat pertumbuhan ekonomi
5). Mendukung negara dari keterbelakangan ekonomi
6). Mendukung terciptanya ketertiban dan perdamaian dunia

1)     Memperkenalkan keanekaragaman budaya Indonesia  ke dunia Internasional salah satunya dengan mengunakan sarana teknologi informasi

Prinsip

Memiliki prinsip bebas aktif. Bebas diartikan bangsa Indonesia tidak memihak pada kekuatan-kekuatan yang ingin berseteru dan tidak sesuai dengan nilai luhur bangsa. Aktif diartikan Indonesia tidak tinggal diam saja, tetapi aktif berperan dalam hubungan internasional dalam rangka mewujudkan ketertiban dunia.

Lembaga kerjasama
o  Lembaga Kerja Sama Politik Regional
1.      ASEAN
Negara yang berada di kawasan Asia Tenggara, seperti Indonesia, Malaysia, Singapura, Filipina, Brunei Darussalam, Vietnam, Thailand, Laos, Myanmar, Kamboja, dan Timor Leste. Melalui kerja sama ini, negara-negara anggota ASEAN berkomitmen untuk saling menghormati terhadap kemerdekaan, wilayah kedaulatan negara, meningkatkan perdamaian dan stabilitas regional, serta melakukan penyelesaian pertengkaran dan persengketaan secara damai.
o   PBB sebagai LembagKerja Sama Politik Dunia
PBB didirikan di San Fransisco pada tanggal 24 Oktober 1945 setelah Konferensi Dumbarton Oaks. Pada awalnya, PBB hanya beranggotakan 50 negara, kemudian keanggotaan PBB makin bertambah hingga berjumlah 193 negara pada tahun 2011. Lembaga ini dibentuk untuk memfasilitasi dalam hukum internasional, pengembangan ekonomi, perlindungan social, hak asasi dan pencapaian perdamaian dunia.
o  Lembaga  Kerja Sama Ekonomi Regional.
1.    ASEAN
Didirikan tanggal 8 Agustus 1967. Dengan tujuan yang tercantum dalam Deklarasi Bangkok, seperti mempercepat pertumbuhan ekonomi.
2.    APEC
Dibentuk di Australia pada tahun 1989. Tujuannya adalah mengukuhkan pertumbuhan ekonomi dan mempererat komunitas negara-negara di Asia Pasifik.
3.    ADB
Didirikan pada tanggal 19 Desember 1966. Tujuannya adalah untuk membantu negaqra-negara di Asia yang sedang membangun dengan cara memberikan pinjaman lunak.

o   Lembaga Kerja Sama Ekonomi Internasional
1.    IMF
Didirikan pada tanggal 27 September 1945. Tujuan IMF adalah memajukan kerja sama internasional dalam bidang ekonomi, keuangan, dan perdagangan.
2.    World Bank
Tujuannya adalah memecahkan masalah moneter dan keuangan lainnya. untuk membantu proses rekonstruksi bagi negara-negara yang menderita karena Perang Dunia II.


3.    WTO
WTO dibentuk pada tahun 1995 dan dibubarkan pada tanggal 12 Desember 1995. WTO berperan mempromosikan perdagangan bebas di dunia.
4.    FAO
Didirikan pada tanggal 16 Oktober 1945 di Kanada. Tujuan didirikannya untuk meningkatkan jumlah dan mutu persediaan pangan dunia.
5.    ILO
Didirikan pada tanggal 11 April 1919 di Jenewa, Swiss. Tujuannya adalah untuk memperjuangkan nasib dan hak-hak kaum hukum.
6.    IFC
Didirikan pada tanggal 24 Juli 1956 di Washington DC, Amerika Serikat. Tujuan didirikannya IFC adalah untuk membantu penambahan modal yang sudah ada dan membantu memberikan kredit jangka panjang.
7.    UNDP
UNDP dibentuk pada bulan
November 1965. Tujuan badan PBB ini adalah memberikan sumbangan untuk membiayai program-program pembangunan terutama bagi negara-negara berkembang
8.    UNIDO
Didirikan pada tanggal 24 Juli 1967 dan berkedudukan di Wina, Austria. Tujuan UNIDO adalah untuk memajukan perkembangan industri di negara-negara berkembang.

o   Lembaga Kerja Sama Ekonomi Internasional di Luar Naungan PBB
1.        OPEC
Didirikan pada 24 September 1960 dengan tujuan menghimpun negara-negara penghasil dan pengekspor minyak.
2.        OECD
Didirakan tahun 1960 di Paris dengan tujuan membantu memajukan produksi, kesempatan kerja, dan pendapatan nasional.
3.      IGGI dan CGI
Indonesia menerima bantuan dari IGGI pada tahun 1967 dan digantikan oleh CGI pada tahun 1962.

1.         ASEAN
Di bidang sosial, yang menangani yaitu Komite Pengembangan Sosial. Di bidang budaya, yang menangani yaitu Komte Kebudayaan dan Penerangan serta Komite Ilmu Pengetahuan dan Teknologi
2.          Organisasi menteri pendidikan Asia Tenggara
Organisasi ini memiliki bidang kerja sama SEAMEO. Tujuannya untuk mngembangkan ilmu pengetahuan, pendidikan, dan  kebudayaan. SEAMEO ini didirikan pada tahun 1974.
3.         WHO
Didirikan pada tanggal 7 April 1948 dan berkedudukan di Jenewa. Tujuannya untuk mencegah dan mngeobati berbagai penyakit yang menyebar di dunia.
4.    UNESCO
Didirikan pada tanggal 4 November 1946. Tujuannya mendukung dan perdamaian dan keamanan dunia.
5.       UNICEF
Didirikan pada tanggal 11 Desember 1946 yang berkedudukan di New York. Tujuannya memberikan bantuan kemanusiaan dan perkembangan jangka panjang kepada anak dan ibunya.

6.       UNHCR
Didirikan pada tanggal 14 Desember 1950 yang berkedudukan di Jenewa, Swiss. Organisasi ini bertujuan melindungi dan memberikan bantuan kepada pengungsi berdasarkan permintaan negara anggota atau perintah PBB untuk mendampingi para pengungsi tersebut dalam proses pemindahan tempat menetap.

Peran Indonesia
1.      Pemrakarsa dan Penyelenggara Konferensi Asia Afrika
Konferensi Asia-Afrika dibuka secara resmi oleh Presiden Ir. Soekarno. Penyelenggaraan Konferensi Asia-Afrika (KAA) pada tahun 1955 melahirkan semangat dan solidaritas negara-negara Asia-Afrika yang kemudian melahirkan Dasasila Bandung.
2.      Pendiri Gerakan Non-Blok
Organisasi yang didirikan pada tanggal 1 September 1961 ini menyelenggarakan Konferensi Tingkat Tinggi I (KTT I) di Beograd, Yugoslavia pada tanggal 1-6 September 1961. Organisasi Gerakan Non-Blok berdiri supaya negara-negara berkembang tidak terkena pengaruh Blok Barat maupun Blok Timur.
3.      Pendiri ASEAN
Pada tanggal 5-8 Agustus 1967, lima menteri luar negeri negara-negara di kawasan Asia Tenggara menyelenggarakan pertemuan di Bangkok, Thailand. Dalam pertemuan ini, mereka menyepakati Deklarasi Bangkok yang salah satu isinya adalah membentuk sebuah organisasi kerja sama regional, yaitu ASEAN.
4.      Aktif dalam Kegiatan PBB
Indonesia mulai turut serta mengirim pasukannya sebagai bagian dari
pasukan penjaga perdamaian sejak 1957. Pasukan Garuda telah dikirim ke negara-negara yang dilanda konflik seperti, Konggo, Vietnam, Kamboja, Bosnia, Libanon.
5.      Anggota Organisasi Konferensi Islam
OKI (Organisasi Konferensi Islam) merupakan organisasi yang dibentuk oleh negara-negara Islam pada tanggal 25 September 1969, di Rabat, Maroko.
Anggota OKI adalah negara yang secara konstitusional Islam atau negara yang mayoritas penduduknya beragama Islam.
1.      Indonesia sebagai anggota FAO pernah menerima penghargaan. Atas keberhasilan dalam meningkatkan produksi beras.
Peran aktif Indonesia dalam kerja sama antar negara bidang social-budaya antara lain diwujudkan dengan mengikuti program pertukaran pelajar,  menjadi peserta dan penyelenggara berbagai kompetisi internasional dalam  bidang ilmu pengetahuan maupun olahraga, serta menyelenggarakan kerja sama bidang pendidikan dengan negara-negara lain.


Kontribusi
1.              Menarik investasi
2.              Menciptakan lapangan pekerjaan
3.              Peningkatan kualitas produk dalam negeri
4.              Mengurangi hambatan perdagangan internasional
5.              Meningkatkan kesejahteraan dan kemakmuran masyarakat
Keikutsertaan Indonesia dalam kerja sama politik antarnegara telah memberikan manfaat besar bagi Indonesia khususnya pada masa awal Kemerdekaan yang dilakukan dengan dua cara yaitu upaya diplomasi dan perlawanan fisik

1.         Diakuinya warisan budaya Indonesia oleh Dunia Internasional
2.         Peningkatan kegiatan pasriwisata di Indonesia
3.         Peningkatan mutu pendidikan di Indonesia

Alternatif Kerja Sama Bidang Sosial Budaya
1.       Permasalahan :
Kualitas sumber daya manusia dinegara Indonesia sangat rendah, ditinjau dari angka partisipasi dalam pendidikan yang rendah yakni angka melek huruf sebesar 87,95 dengan rata-rata  lama sekolah 12,7 tahun, bahkan data dari BPS bulan februari 2015 terdapat sekitar 45.19% tenaga kerja bertamatan SD. Dari realita ini, tentunya msih banyak penduduk yang belum bisa bersaing di dunia internasional.
2.       Solusi           :
Pertama-tama tentunya kita harus mewajibkan seluruh lapisan masyarakat dapat membaca atau tidak buta huruf. Untuk tunanetra, paling tidak dapat mengerti huruf Braille. Bagi masyarakat  yang tidak mampu, pemerintah dapat mengadakan sekolah gratis. Tidak menutup kemungkinan, para sukarelawan dapat menggalang dana yang kemudian di salurkan kepada sekolah-sekolah yang siswanya kurang mampu. Tidak hanya itu tentunya harus diadakan perbaikan kurikulun, perbaikan sarana dan prasarana yang menunjang kegiatan pembelajaran, dan perbaikan kualitas tenaga pengajar. Agar pendidikan Indonesia bertaraf internasional  , tentu bahasa universal “English language” adalah hal pokok yang perlu diamati. Pendidikan bahasa ingggris harus ditanamkan dari dasar. Jadi, dengan potensi tersebut  sudah menjadi   modal  awal bangsa Indonesia.tidak hanya itu globalisasi sangat erat kaitannya dengan teknologi. Masyarakat Indonesia harus di beri bekal untuk dapat terjun kesarana dunia melalui internet positif yang aman dan bermanfaat.
Alternatif Kerja Sama Bidang Ekonomi
1.       Permasalahan  : Kuota importir yang lebih besar daripada eksportir
Untuk sumber daya alam, padahal Indonesia memiliki sumber daya alam yang berlimpah. Tetapi kegiatan impor justru lebih sering diaplikasikan daripada kegiatan ekspor yang menambah devisa bagi negara. Hal ini berarti Indonesia belum mampu mengolah kekayaan alam secara maksimal.
2.       Solusi                :
Sehingga kelompok kami memberikan saran/aspirasi terhadap kemajuan perekonomian bidang pertanian dan perkebunan umtuk mewadahi dalam memberi kreatifitas dan pemahaman dalam mengolah pertanian dan perkebuna kepada pengelola untuk mengelola dengan aman.
Alternatif Kerja Sama Bidang Politik
1.       Permasalahan : 
                     Indonesia berpartisispasi dalam perselisahan antar palestina dengan Israel. Indonesia telah membangun rumah sakit untuk korban perselisihan oleh Israel. Dari upaya tersebut, kelompok kami rasa kurang memberikan upaya dalam mendamaikan kedua belah pihak.
2.       Solusi                :
 Sehingga, kelompok kami memberikan saran atau aspirasi terhadap perdamaian kedua Negara yaitu, merundingkan dengan Negara-negara melalui forum PBB kemudian pasukan tentara dari Negara-negara yang bekerja sama tersebut berperan sebagai  penengah konflik Israel dan Palestina.